Senin, 28 September 2009
Laporan PKL dany
KATA PENGANTAR
Dengan mengucap puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, yang telah memberikan rahmad dan hidayah-Nya serta usaha yang penulis lakukan akhirnya penulis laporan ini dapat terselesaikan.
Laporan ini mendiskripsikan tentang “penerapan diskusi kelas dalam upaya proses pembelajaran Komputer Akuntansi sebagai upaya meningkatkan hasil belajar Komputer Akuntansi. Siswa kelas XI dan XII semester ganjil SMK PERSADA Bandarlampung tahun pelajaran 2009/ 2010.
Dengan kerendahan hati disadari bahwa dalam penulisan laporan ini, penulisan banyak mengalami kesulitan serta hambatan. Namun berkat bimbingan serta motifasi dari berbagai pihak akhirnya penulisan laporan ini dapat juga penulis terselesaikan.
Untuk itu pada kesempatan ini perkenankanlah penulis sampaikan ucapan terima kasih kepada:
1. Bpk. Drs. Sumarsono Djamin selaku direktur LPP MASTER KOMPUTER
2. Bpk. Sutino, S.Kom. selaku pembimbing PKL MASTER KOMPUTER
3. Bpk. Drs. Azwar Dantes Arifka selaku Kepala Sekolah SMK PERSADA
4. Ibu Rini Pujiastuti, S.Pd. selaku Waka Kesiswaan SMK PERSADA
5. Ibu Reco Juniarsih, S.Kom. selaku guru pembimbing PKL SMK PERSADA
6. Seluruh guru, para karyawan, dan siswa SMK PERSADA
Penulis menyadari banyak sekali kekurangan dan kesalahan dalam menyusun laporan ini, kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Bandarlampung, September 2009
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Mengajar merupakan suatu perbuatan yang memerlukan tanggung jawab moral, sehingga keberhasilan pendidikan siswa secara formal terletak pada tanggung jawab guru dalam melaksanakan tugas mengajar. Mengajar pada prinsipnya adalah membimbing siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan beraneka ragam karakteristik siswa dengan belajar maka penting bagi guru untuk memiliki keterampilan dalam mengajar, mengingat belajar bertujuan membantu memperoleh perubahan tingkah laku bagi setiap siswa dalam rangka mencapai tingkat perkembangan optomal. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam belajar dapat berupa aspek pengetahuan (kognitif), sikap (afektif), dan keterampilan (fsykomotorik).
Dalam proses pembalajaran seorang guru sangat mengaharapkan agar hasil belajar siswa tercapai secara optimal. Untuk meningkatkan hasil belajar yang optimal tersebut diperlukan adanya peningkatan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka dalam proses pembelajaran terjadi situasi dan kondisi yang memadai serta metode yang tepat dan dapat berpengaruh positif terhadap efektifitas dan keberhasilan pelajar dalam mencapai tujuan pendidikan.
Dalam pembelajaran terdapat berbagai komponen yang saling mengingat dan tidak dapat dipisahkan antara satu dan yang lainnya. Komponen-komponen tersebut adalah tujuan, materi, metode, perlengakapan pembelajaran dan evaluasi. Dari seluruh rangkaian komponen proses pemeblajaran memainkan peranan yang sangat penting karena tanpa metode pembelajaran yang tepat seluruh proses pembelajaran tidak mendapat hasil yang optimal.
Seperti halnya pada proses pembelajaran pada mata pelajaran Komputer Akuntansi di SMK PERSADA Bandarlampung, kelas XII dan XIII khususnya metode pembelajaran yang digunakan adalah metode teori dan praktik, dan sering juga guru menggunakan metode tanya jawab. Biasanya setelah selesai mencatat, guru menugaskan siswa ke laboratorium komputer untuk mempraktikan materi yang diajarkan dengan dituntun terlebih dahulu cara mengerjakan materi yang diajarkannya tersebut, setelah semuanya itu selesai baru siswa diberikan latihan.
Pemberian latihan kepada siswa dimaksud untuk memberikan motivasi kepada siswa agar mempunyai keinginan berusaha dan berfikir mandiri untuk menyelesaikan soal-soal yang dihadapinya. Namun masih ada siswa yang tidak memperhatikan penjelasan guru, kondisi ini terjadi karena murid merasa jenuh.
Seorang guru harus dapat membangkitkan minat siswa untuk belajar, caranya dengan menciptakan kondisi belajar yang efektif, yang melibatkan siswa dalam proses pembelajaran. Keterlibatan siswa dalam belajar erat kaitanya dengan sifat-sifat murid, baik yang bersifak kognitif seperti kecerdasan dan bakat, maupun yang bersikap efektif seperti motivasi, dan rasa percaya diri.
Seorang guru biasanya benar-benar mengetahui situasi dan kondisi para siswanya. Maka untuk itu guru harus memperhatikan metode pembelajaran yang hendak dipegunakan, guru mempunyai kewajiban untuk selalu memupuk, membangkitkan dan mengembangkan motivasi siswa dalam belajar.
Disuatu sekolah tidak seluruhnya peserta didik yang ada itu memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar, adapula siswa-siswa yang memiliki motivasi rendah untuk belajar. Seperti itulah kondisi siswa kelas XII dan XIII di SMK PERSADA Bandarlampung, bagi yang mmiliki motivasi rendah untuk belajar biasanya akan bersikap pasif dalam proses pembelajaran tidak memperhatikan pelajaran ataupun menciptakan suasana berisik pada saat guru menerangkan, dan ketika guru mengajukan pertanyaan biasanya mereka merasa tidak siap menjawab karena kurang memperhatikan materi yang disampaikan.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mendorong siswa agar termotifasi belajar Komputer Akuntansi di SMK Persada Bandarlampung ini yaitu dengan megadakan modifikasi penggunaan metode pembelajaran yang selama ini dipergunakan, yaitu dengan menggunakan metode teori dan praktik, karena dengan itu siswa dapat aktif mengemukakan pendapat terhadap berbagai persolan yang disajikan tanpa merasa segan dan takut.
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat di identifikasi sebagai berikut:
- Masih banyak guru yang kurang tepat dalam memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan kondisi belajar yang dihadapi.
- Kuranya keseriusan siswa terhadap pelajaran Komputer Akuntansi.
- Hasil belajar Komputer Akuntansi yang dicapai siswa belum maksimal.
BAB II
LAPORAN PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
2.1 Situasi dan Kondisi Daerah Penelitian
2.1.1 Daerah Penelitian
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) PERSADA Bandarlampung teletak di Jalan Imam Bonjol KM 11 Nomor 8 Kemiling Bandarlampung.
2.1.2 Sejarah Berdirinya SMK PERSADA Bandarlampung
SMK Persada Bandarlampung mulai menerima siswa baru pada tahun 1993/ 1994 dengan jumlah siswa 66 orang,. Sejak berdiri menggunakan gedung sendiri dengan belajar pagi hari. Setiap tahun SMK Persada mengalami kenaikan jumlah siswa, hal ini terkait dengan semakin berkembangnya mutu mengajar dan kelengkapan fasilitas sarana dan prasarana yang ada pada sekolah SMK Persada. Kemudian sejak tahun 1997/ 1998 status SMK Persada Bandarlampung menjadi ”Diakui”. Dibawah pimpinan Ketua Yayasan Pendidikan Persada Hi. Dasril Sutan Bagindo. SMK Persada Bandarlampung didirikan sesuai dengan tujuan pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan pendidikan seutuhnya sehingga diperoleh hasil belajar yang maksimal.
Sejak berdirinya hingga kini SMK Persada sudah empat kali ganti pemimpin yaitu:
1. Muh. Ishak, BA., menjabat sebagai kepala sekolah dari tahun 1993-1994
2. Drs. Joko Mulyono, menjabat sebagai kepala sekolah dari tahun 1994-1995
3. Ir. Selamat, menjabat sebagai kepala sekolah dari tahun 1995-2006
4. Drs. Azwar Dantes Arifka, menjabat sebagai kepala sekolah sejak tahun 1996-sekarang.
2.1.3 Keadaan Guru dan Staf Tata Usaha
Dalam jenjang pendidikan yang dilaksanakan SMK Persada Bandarlampung terlaksana berkat adanya dukungan pendidikan tenaga pengajar secara keseluruhan. Adapun keadaan atau kondisi tenaga pengajar dan staf TU sebagai berikut:
- Kepala sekolah : 1 orang
- Wakil kepala sekolah : 2 orang
- Guru atau pengajar : 33 orang
- Pegawai Tata Usaha : 8 orang
- Satpam : 1 orang
Untuk lebih jelasnya kondisi dan keadaan guru dapa dilihat pada tabel berikut:
Data Tenaga Pendidik dan Staf TU SMK Persada Bandarlampung
Sumber : Dokumen Sekolah
2.1.4 Keadaan Siswa SMK Persada Bandarlampung
Jumlah siswa pada tahun pelajaran 2008/ 2009 sebanyak 504 yang terdiri dari 4 kelas di kelas X, 4 kelas dikelas XII, dan 4 kelas di kelas XIII. Jumlah keseluruhan kelas adalah 12 kelas. Waktu belajar pada pagi hari, yang dimulai pada pukul 07.30 Wib s/d pukul 14.00 Wib, dimana satu jam pelajaran 45 menit.
3.2.0. . . .. 㚼 Fasilitas Pendidikan
Selama peerkembangan dalam dunia pendidikan di SMK Persada Bandarlampung telah mengalami perkembangan baik dalam peningkatan jumlah murid maupun dalam bidang sarana dan prasarana. Adapun sarana dan prasarana yang dimiliki SMK Persada Bandarlampung adalah sebagai berikut:
1. Ruang kepala sekolah : 1 Ruang
2. Ruang wakil kepala sekolah : 1 Ruang
3. Ruang guru : 1 Ruang
4. Ruang belajar : 12 Ruang
5. Ruang perpustakaan : 1 Ruang
6. Ruang BK : 1 Ruang
7. Ruang Laboratorium : 1 Ruang
8. Ruang Keterampilan : 1 Ruang
9. Ruang Kesenian : 1 Ruang
10. Ruang Komputer : 1 Ruang
11. Ruang UKS : 1 Ruang
12. Ruang OSIS : 1 Ruang
13. Ruang Media : 1 Ruang
14. Mushola : 1 Ruang
15. Ruang Tata Usaha : 1 Ruang
16. Ruang Pertemuan Serba Guna : 1 Ruang
17. WC Guru : 2 Ruang
18. WC Siswa : 2 Ruang
2.2 Penyajian Data
Setelah pelaksanaan proses pembelajaran yang dilakukan sebanyak tiga kali, peneliti melaksanakan tes kepada siswa dengan materi yang telah disampaikan untuk mengetahui apakah penerapan praktikum dalam proses pembelajaran Komputer Akuntansi sebagai upaya meningkatkan hasil belajar Komputer Akuntansi siswa kelas XII dan XIII semester ganjil SMK Persada Bandarlampung tahun pelajaran 2009/ 2010. Adapun nilai tes dari sebagian kelas tersebut adalah sebagai berikut:
Data Hasil Nilai Tes Yang Diajar Dengan Mempraktikan Langsung di Laboratorium Komputer Kelas XII Ap1, SMK PERSADA Bandarlampung
Tahun Pelajaran 2009/ 2010
Microsoft Power Point
Data Hasil Nilai Tes Yang Diajar Dengan Mempraktikan Langsung di Laboratorium Komputer Kelas XII Ap1, SMK PERSADA Bandarlampung
Tahun Pelajaran 2009/ 2010
Myob
2.3 Struktur Organisasi
STRUKTUR ORGANISASI
SMK PERSADA BANDARLAMPUNG
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan dari analisa data bahwa siswa yang diajar belum seluruhnya memperhatikan apa yang telah guru berikan materi sehingga ketika waktu diberikan latihan ada beberapa siswa yang nilainya masih sangat kurang, mungkin hal ini disebabkan karena siswa kurang tertarik dengan pelajaran Komputer Akuntansi yang banyak mengeluarkan pikiran dan bahkan jenuh karena selalu berada didepan layar komputer sehingga ketelitian mereka berkurang dan hasil yang mereka peroleh tidak seperti yang diinginkan.
Seorang guru harus dapat membangkitkan minat siswa untuk belajar, caranya dengan menciptakan kondisi belajar yang efektif, yang melibatkan siswa dalam proses pembelajaran. Keterlibatan siswa dalam belajar erat kaitanya dengan sifat-sifat murid, baik yang bersifak kognitif seperti kecerdasan dan bakat, maupun yang bersikap efektif seperti motivasi, dan rasa percaya diri. Namun dapat dimaklumi seorang siswa setiap kelas pasti ada yang tidak memperhatikan saat guru menjelaskan atau tidak dapat menerima materi yang telah diajarkan di kelas, sehingga saat diberikan tugas masih ada siswa yang kurang tahu.
3.2 Saran – Saran
Untuk meningkatkan hasil belajar sehingga siswa dapat memperhatikan apa yang telah guru sampaikan, maka saran yang penulis berikan:
1. Seorang guru harus dapat membantu kesulitan yang dihadapi siswa. Jangan menghukum anak didik bila ia tidak mampu melaksanakan tugasnya dengan baik, tetapi hendaknya memberikan bimbingan dan nasehat kepada siswa.
2. Guru hendaknya memberikan motivasi kepada siswa dengan cara memberikan tugas atau latihan.
3. Seorang guru harus dapat meluangkan waktu dan perhatian kepada setiap anak didik untuk memberikan kesempatan bertanya dan mengajukan pendapat. Hal ini dilakukan dengan cara continue supaya hasilnya dapat memuaskan.
4. Jika ketiga hal tersebut masih tidak bisa dimengerti siswa, maka yang harus dilakukan adalah ketegasan dengan memberikan hukuman kepada siswa tersebut bahkan jika perlu dikeluarkan dari sekolah.
LAPORAN PKL
PENERAPAN DISKUSI KELAS
DALAM UPAYA PROSES PEMBELAJARAN
KOMPUTER AKUNTANSI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOMPUTER AKUNTANSI
SMK PERSADA BANDARLAMPUNG
Tugas Akhir
Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan
Program Pelatihan Manajemen Informatika 1 Tahun
Disusun Oleh :
SIDIK ARDANI
MCKA-0216-2008
LEMBAGA PELATIHAN PROFESIONAL
MASTER KOMPUTER
BANDARLAMPUNG
2009
HALAMAN PERSETUJUAN
Laporan ini telah memenuhi persyaratan dan persetujuan oleh
SMK PERSADA Bandarlampung
Bandarlampung, September 2009
Menyetujui,
Pembimbing Instansi, Pembimbing Akademik,
Reco Juniarsih, S.Kom. Sutino, S. Kom
Mengetahui,
Kepala Sekolah SMK PERSADA
Bandarlampung
Drs. Azwar Dantes Arifka
Dengan mengucap puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, yang telah memberikan rahmad dan hidayah-Nya serta usaha yang penulis lakukan akhirnya penulis laporan ini dapat terselesaikan.
Laporan ini mendiskripsikan tentang “penerapan diskusi kelas dalam upaya proses pembelajaran Komputer Akuntansi sebagai upaya meningkatkan hasil belajar Komputer Akuntansi. Siswa kelas XI dan XII semester ganjil SMK PERSADA Bandarlampung tahun pelajaran 2009/ 2010.
Dengan kerendahan hati disadari bahwa dalam penulisan laporan ini, penulisan banyak mengalami kesulitan serta hambatan. Namun berkat bimbingan serta motifasi dari berbagai pihak akhirnya penulisan laporan ini dapat juga penulis terselesaikan.
Untuk itu pada kesempatan ini perkenankanlah penulis sampaikan ucapan terima kasih kepada:
1. Bpk. Drs. Sumarsono Djamin selaku direktur LPP MASTER KOMPUTER
2. Bpk. Sutino, S.Kom. selaku pembimbing PKL MASTER KOMPUTER
3. Bpk. Drs. Azwar Dantes Arifka selaku Kepala Sekolah SMK PERSADA
4. Ibu Rini Pujiastuti, S.Pd. selaku Waka Kesiswaan SMK PERSADA
5. Ibu Reco Juniarsih, S.Kom. selaku guru pembimbing PKL SMK PERSADA
6. Seluruh guru, para karyawan, dan siswa SMK PERSADA
Penulis menyadari banyak sekali kekurangan dan kesalahan dalam menyusun laporan ini, kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Bandarlampung, September 2009
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Mengajar merupakan suatu perbuatan yang memerlukan tanggung jawab moral, sehingga keberhasilan pendidikan siswa secara formal terletak pada tanggung jawab guru dalam melaksanakan tugas mengajar. Mengajar pada prinsipnya adalah membimbing siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan beraneka ragam karakteristik siswa dengan belajar maka penting bagi guru untuk memiliki keterampilan dalam mengajar, mengingat belajar bertujuan membantu memperoleh perubahan tingkah laku bagi setiap siswa dalam rangka mencapai tingkat perkembangan optomal. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam belajar dapat berupa aspek pengetahuan (kognitif), sikap (afektif), dan keterampilan (fsykomotorik).
Dalam proses pembalajaran seorang guru sangat mengaharapkan agar hasil belajar siswa tercapai secara optimal. Untuk meningkatkan hasil belajar yang optimal tersebut diperlukan adanya peningkatan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka dalam proses pembelajaran terjadi situasi dan kondisi yang memadai serta metode yang tepat dan dapat berpengaruh positif terhadap efektifitas dan keberhasilan pelajar dalam mencapai tujuan pendidikan.
Dalam pembelajaran terdapat berbagai komponen yang saling mengingat dan tidak dapat dipisahkan antara satu dan yang lainnya. Komponen-komponen tersebut adalah tujuan, materi, metode, perlengakapan pembelajaran dan evaluasi. Dari seluruh rangkaian komponen proses pemeblajaran memainkan peranan yang sangat penting karena tanpa metode pembelajaran yang tepat seluruh proses pembelajaran tidak mendapat hasil yang optimal.
Seperti halnya pada proses pembelajaran pada mata pelajaran Komputer Akuntansi di SMK PERSADA Bandarlampung, kelas XII dan XIII khususnya metode pembelajaran yang digunakan adalah metode teori dan praktik, dan sering juga guru menggunakan metode tanya jawab. Biasanya setelah selesai mencatat, guru menugaskan siswa ke laboratorium komputer untuk mempraktikan materi yang diajarkan dengan dituntun terlebih dahulu cara mengerjakan materi yang diajarkannya tersebut, setelah semuanya itu selesai baru siswa diberikan latihan.
Pemberian latihan kepada siswa dimaksud untuk memberikan motivasi kepada siswa agar mempunyai keinginan berusaha dan berfikir mandiri untuk menyelesaikan soal-soal yang dihadapinya. Namun masih ada siswa yang tidak memperhatikan penjelasan guru, kondisi ini terjadi karena murid merasa jenuh.
Seorang guru harus dapat membangkitkan minat siswa untuk belajar, caranya dengan menciptakan kondisi belajar yang efektif, yang melibatkan siswa dalam proses pembelajaran. Keterlibatan siswa dalam belajar erat kaitanya dengan sifat-sifat murid, baik yang bersifak kognitif seperti kecerdasan dan bakat, maupun yang bersikap efektif seperti motivasi, dan rasa percaya diri.
Seorang guru biasanya benar-benar mengetahui situasi dan kondisi para siswanya. Maka untuk itu guru harus memperhatikan metode pembelajaran yang hendak dipegunakan, guru mempunyai kewajiban untuk selalu memupuk, membangkitkan dan mengembangkan motivasi siswa dalam belajar.
Disuatu sekolah tidak seluruhnya peserta didik yang ada itu memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar, adapula siswa-siswa yang memiliki motivasi rendah untuk belajar. Seperti itulah kondisi siswa kelas XII dan XIII di SMK PERSADA Bandarlampung, bagi yang mmiliki motivasi rendah untuk belajar biasanya akan bersikap pasif dalam proses pembelajaran tidak memperhatikan pelajaran ataupun menciptakan suasana berisik pada saat guru menerangkan, dan ketika guru mengajukan pertanyaan biasanya mereka merasa tidak siap menjawab karena kurang memperhatikan materi yang disampaikan.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mendorong siswa agar termotifasi belajar Komputer Akuntansi di SMK Persada Bandarlampung ini yaitu dengan megadakan modifikasi penggunaan metode pembelajaran yang selama ini dipergunakan, yaitu dengan menggunakan metode teori dan praktik, karena dengan itu siswa dapat aktif mengemukakan pendapat terhadap berbagai persolan yang disajikan tanpa merasa segan dan takut.
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat di identifikasi sebagai berikut:
- Masih banyak guru yang kurang tepat dalam memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan kondisi belajar yang dihadapi.
- Kuranya keseriusan siswa terhadap pelajaran Komputer Akuntansi.
- Hasil belajar Komputer Akuntansi yang dicapai siswa belum maksimal.
BAB II
LAPORAN PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
2.1 Situasi dan Kondisi Daerah Penelitian
2.1.1 Daerah Penelitian
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) PERSADA Bandarlampung teletak di Jalan Imam Bonjol KM 11 Nomor 8 Kemiling Bandarlampung.
2.1.2 Sejarah Berdirinya SMK PERSADA Bandarlampung
SMK Persada Bandarlampung mulai menerima siswa baru pada tahun 1993/ 1994 dengan jumlah siswa 66 orang,. Sejak berdiri menggunakan gedung sendiri dengan belajar pagi hari. Setiap tahun SMK Persada mengalami kenaikan jumlah siswa, hal ini terkait dengan semakin berkembangnya mutu mengajar dan kelengkapan fasilitas sarana dan prasarana yang ada pada sekolah SMK Persada. Kemudian sejak tahun 1997/ 1998 status SMK Persada Bandarlampung menjadi ”Diakui”. Dibawah pimpinan Ketua Yayasan Pendidikan Persada Hi. Dasril Sutan Bagindo. SMK Persada Bandarlampung didirikan sesuai dengan tujuan pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan pendidikan seutuhnya sehingga diperoleh hasil belajar yang maksimal.
Sejak berdirinya hingga kini SMK Persada sudah empat kali ganti pemimpin yaitu:
1. Muh. Ishak, BA., menjabat sebagai kepala sekolah dari tahun 1993-1994
2. Drs. Joko Mulyono, menjabat sebagai kepala sekolah dari tahun 1994-1995
3. Ir. Selamat, menjabat sebagai kepala sekolah dari tahun 1995-2006
4. Drs. Azwar Dantes Arifka, menjabat sebagai kepala sekolah sejak tahun 1996-sekarang.
2.1.3 Keadaan Guru dan Staf Tata Usaha
Dalam jenjang pendidikan yang dilaksanakan SMK Persada Bandarlampung terlaksana berkat adanya dukungan pendidikan tenaga pengajar secara keseluruhan. Adapun keadaan atau kondisi tenaga pengajar dan staf TU sebagai berikut:
- Kepala sekolah : 1 orang
- Wakil kepala sekolah : 2 orang
- Guru atau pengajar : 33 orang
- Pegawai Tata Usaha : 8 orang
- Satpam : 1 orang
Untuk lebih jelasnya kondisi dan keadaan guru dapa dilihat pada tabel berikut:
Data Tenaga Pendidik dan Staf TU SMK Persada Bandarlampung
Sumber : Dokumen Sekolah
2.1.4 Keadaan Siswa SMK Persada Bandarlampung
Jumlah siswa pada tahun pelajaran 2008/ 2009 sebanyak 504 yang terdiri dari 4 kelas di kelas X, 4 kelas dikelas XII, dan 4 kelas di kelas XIII. Jumlah keseluruhan kelas adalah 12 kelas. Waktu belajar pada pagi hari, yang dimulai pada pukul 07.30 Wib s/d pukul 14.00 Wib, dimana satu jam pelajaran 45 menit.
3.2.0. . . .. 㚼 Fasilitas Pendidikan
Selama peerkembangan dalam dunia pendidikan di SMK Persada Bandarlampung telah mengalami perkembangan baik dalam peningkatan jumlah murid maupun dalam bidang sarana dan prasarana. Adapun sarana dan prasarana yang dimiliki SMK Persada Bandarlampung adalah sebagai berikut:
1. Ruang kepala sekolah : 1 Ruang
2. Ruang wakil kepala sekolah : 1 Ruang
3. Ruang guru : 1 Ruang
4. Ruang belajar : 12 Ruang
5. Ruang perpustakaan : 1 Ruang
6. Ruang BK : 1 Ruang
7. Ruang Laboratorium : 1 Ruang
8. Ruang Keterampilan : 1 Ruang
9. Ruang Kesenian : 1 Ruang
10. Ruang Komputer : 1 Ruang
11. Ruang UKS : 1 Ruang
12. Ruang OSIS : 1 Ruang
13. Ruang Media : 1 Ruang
14. Mushola : 1 Ruang
15. Ruang Tata Usaha : 1 Ruang
16. Ruang Pertemuan Serba Guna : 1 Ruang
17. WC Guru : 2 Ruang
18. WC Siswa : 2 Ruang
2.2 Penyajian Data
Setelah pelaksanaan proses pembelajaran yang dilakukan sebanyak tiga kali, peneliti melaksanakan tes kepada siswa dengan materi yang telah disampaikan untuk mengetahui apakah penerapan praktikum dalam proses pembelajaran Komputer Akuntansi sebagai upaya meningkatkan hasil belajar Komputer Akuntansi siswa kelas XII dan XIII semester ganjil SMK Persada Bandarlampung tahun pelajaran 2009/ 2010. Adapun nilai tes dari sebagian kelas tersebut adalah sebagai berikut:
Data Hasil Nilai Tes Yang Diajar Dengan Mempraktikan Langsung di Laboratorium Komputer Kelas XII Ap1, SMK PERSADA Bandarlampung
Tahun Pelajaran 2009/ 2010
Microsoft Power Point
Data Hasil Nilai Tes Yang Diajar Dengan Mempraktikan Langsung di Laboratorium Komputer Kelas XII Ap1, SMK PERSADA Bandarlampung
Tahun Pelajaran 2009/ 2010
Myob
2.3 Struktur Organisasi
STRUKTUR ORGANISASI
SMK PERSADA BANDARLAMPUNG
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan dari analisa data bahwa siswa yang diajar belum seluruhnya memperhatikan apa yang telah guru berikan materi sehingga ketika waktu diberikan latihan ada beberapa siswa yang nilainya masih sangat kurang, mungkin hal ini disebabkan karena siswa kurang tertarik dengan pelajaran Komputer Akuntansi yang banyak mengeluarkan pikiran dan bahkan jenuh karena selalu berada didepan layar komputer sehingga ketelitian mereka berkurang dan hasil yang mereka peroleh tidak seperti yang diinginkan.
Seorang guru harus dapat membangkitkan minat siswa untuk belajar, caranya dengan menciptakan kondisi belajar yang efektif, yang melibatkan siswa dalam proses pembelajaran. Keterlibatan siswa dalam belajar erat kaitanya dengan sifat-sifat murid, baik yang bersifak kognitif seperti kecerdasan dan bakat, maupun yang bersikap efektif seperti motivasi, dan rasa percaya diri. Namun dapat dimaklumi seorang siswa setiap kelas pasti ada yang tidak memperhatikan saat guru menjelaskan atau tidak dapat menerima materi yang telah diajarkan di kelas, sehingga saat diberikan tugas masih ada siswa yang kurang tahu.
3.2 Saran – Saran
Untuk meningkatkan hasil belajar sehingga siswa dapat memperhatikan apa yang telah guru sampaikan, maka saran yang penulis berikan:
1. Seorang guru harus dapat membantu kesulitan yang dihadapi siswa. Jangan menghukum anak didik bila ia tidak mampu melaksanakan tugasnya dengan baik, tetapi hendaknya memberikan bimbingan dan nasehat kepada siswa.
2. Guru hendaknya memberikan motivasi kepada siswa dengan cara memberikan tugas atau latihan.
3. Seorang guru harus dapat meluangkan waktu dan perhatian kepada setiap anak didik untuk memberikan kesempatan bertanya dan mengajukan pendapat. Hal ini dilakukan dengan cara continue supaya hasilnya dapat memuaskan.
4. Jika ketiga hal tersebut masih tidak bisa dimengerti siswa, maka yang harus dilakukan adalah ketegasan dengan memberikan hukuman kepada siswa tersebut bahkan jika perlu dikeluarkan dari sekolah.
LAPORAN PKL
PENERAPAN DISKUSI KELAS
DALAM UPAYA PROSES PEMBELAJARAN
KOMPUTER AKUNTANSI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOMPUTER AKUNTANSI
SMK PERSADA BANDARLAMPUNG
Tugas Akhir
Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan
Program Pelatihan Manajemen Informatika 1 Tahun
Disusun Oleh :
SIDIK ARDANI
MCKA-0216-2008
LEMBAGA PELATIHAN PROFESIONAL
MASTER KOMPUTER
BANDARLAMPUNG
2009
HALAMAN PERSETUJUAN
Laporan ini telah memenuhi persyaratan dan persetujuan oleh
SMK PERSADA Bandarlampung
Bandarlampung, September 2009
Menyetujui,
Pembimbing Instansi, Pembimbing Akademik,
Reco Juniarsih, S.Kom. Sutino, S. Kom
Mengetahui,
Kepala Sekolah SMK PERSADA
Bandarlampung
Drs. Azwar Dantes Arifka
Langganan:
Posting Komentar (Atom)














Tidak ada komentar:
Posting Komentar